JALAN MH THAMRIN, RIWAYATMU KINI

Tinggalkan komentar

SEBAGAI jalan utama Kota Jakarta, keberadaan Jalan MH Thamrin tidaklah semegah fungsi yang disandangnya. Kehadiran ruang pejalan kaki yang lebih manusiawi dan aman di sepanjang kedua sisi Jalan MH Thamrin masih tetap menjadi mimpi bagi warga Jakarta.

PEDESTRIAN atau ruang pejalan kaki merupakan salah satu urat nadi bagi sebuah kota. Ketidaknyamanan pedestrian yang seharusnya disediakan pemerintah setempat sudah cukup menggambarkan (penguasa) kota tidak berpihak kepada warga kotanya. Pedestrian yang merupakan salah satu bagian dari ruang jalan juga berfungsi sebagai ruang terbuka umum yang dapat menaikkan citra bagi kawasan kota.

Sudah banyak contoh kota di dunia yang memiliki ruang pejalan kaki cukup lebar, nyaman dilalui, dan aman dari gangguan maupun tindak kekerasan. Seperti Kota Paris dengan Champs Elysees dan Singapura dengan Orchard Road. Bahkan, Kota Jakarta pun sudah memiliki satu contoh yaitu di kawasan bisnis terpadu Mega Kuningan, tetapi hebatnya hal itu dilakukan pihak swasta.

Lagi

Iklan

FENOMENA ARSITEKTUR GEDUNG TINGGI

Tinggalkan komentar

Pertumbuhan gedung-gedung tinggi atau gedung pencakar langit (Skyscraper) merupakan indikator dari pertumbuhan kota (negara) baik secara ekonomi, sosial maupun budaya, sehingga mendominasi wajah suatu kota, tak terkecuali dengan kota-kota yang ada di Indonesia. Kelahiran gedung-gedung tinggi tersebut adalah akibat perkembangan kebutuhan akan ruang-ruang untuk beraktifitas yang terus meningkat sedangkan lahan yang tersedia adalah tetap serta memusatnya kegiatan ekonomi pada suatu kawasan (Central Business District) mengakibatkan pertumbuhan kota secara vertikal.

Solusi seperti ini selain akan mempersingkat jarak, juga mempersingkat waktu. Kelahiran gedung-gedung tinggi merupakan suatu revolusi arsitektur yang ditunjang dengan kemajuan teknologi dan tetap berpedoman kepada prinsip dasar arsitektur yaitu ruang bentuk dan fungsi sehingga memenuhi syarat untuk ditempati (habitation).

Secara garis besar perkembangan gedung-gedung tinggi dapat dikelompokkan pada Periode Sebelum Perang Dunia II dengan stream Fungsionalism, Gaya Eklektik, Gaya Art-Deco dan Periode Setelah Perang Dunia II dengan stream The International Style, Gaya Post-Modern.
Pengelompokan ini didasarkan atas perubahan yang sangat signifikan baik pada perwajahan arsitektur maupun dalam penerapan teknologi konstruksinya.

Lagi